TheMandalikaGP

Begini Kisah Biaggi Menjajal MotoGP Dan WSBK, Semuanya Dapat Gelar Juara!

THEMANDALIKAGP – Legenda MotoGP  dan WSBK Max Biaggi berbagi tentang perjalanan karirnya mulai dari grand prix 2500 cc pada tahun 90an hingga prestasinya di World Superbike pada tahun 2010. Biaggi memenangkan kejuaraan dunia 250 ccc sebanyak enam kali pada tahun 1994 hingga 1997, setelah meraih kemenangan, pada tahun 2010 dan 2012 ia memutuskan hijrah ke WSBK.

Banyak orang diluar sana yang menganggap Biaggi adalah seorang pahlawan bahkan orang yang melakukan kegiatan gila, dan orang-orang yang tidak menyukai balap motor pun menganggap dirinya gila karena melakukan seusai yang keren dan luar biasa dan banyak dari mereka yang tidak percaya dengan prestasi Biaggi. Padahal dibalik semua pencapaian pembalap terdapat tangan-tangan terampil dan cekatan dari tim yang bai, pabrikan, persiapa dan semua yang terliabt didalamnya.

“They feel like you’re a kind of superhero. A guy who does crazy stuff. Most of the people who are not motorcycle fans were looking at us as crazy guys, doing something amazing but ‘how can you do this?!’ There was not so much thinking about that behind all this there is a proper team, preparation, proper factory, all people involved. So before it was not so much knowledge also about people, watching television,”

Biaggi menambahkan bahwa jaman dahulu beda dengan sekarang, sekarang para pembalap disorot dengan televisi sehingga segala kegiatan dan latar belakang pembalap dapat diketahui dengan baik. Namun dirinya sama sekali tidak memikirkan pendapat orang lain.

Hal lain yang disampaikan pada sesi podcast MotoGP dengan Biaggi adalah pada saat ia memenangkan WSBK pada akhir 2012 di Malaysia. Saat itu usianya sudah mencapa kepala empat yakni 44 thn dan bisa berdiri dipodium untuk membanggakan piala kemenangan. Padahal ia saat itu bertanding dengan Jonathan Rea dan Chaz Davies yang usianya 20 tahun dibawah dirinya

“When I finally did my last race in Sepang, and got the podium, again I had a strange feeling. I was 44 years old, still on the podium in World Superbike and I watched on the podium, Jonathan Rea was winning at 26 years old, and 27 was Chaz Davies in 2nd, and me 44. What I mean is, something is wrong here, I shouldn’t be here. So I said Ok, this is my last one, but I was happy.”

Wah pantas dijuluki “The Roman Emperor”, simak selengkapnya di MotoGP podcast pada link dibawah ini:

Biaggi: normal childhood to national icon

Post a Comment