TheMandalikaGP

Berkarir Sejak Era-60an, Karir Hugh Anderson Masuk Dalam Jajaran Pembalap Legendaris MotoGP

THEMANDALIKAGP –  Memulai debut pertamanya Grand Prix pada 1960 di kelas 500 cc dan 350 cc, Hugh Anderson diberikan gelar kehormatan sebagai pembalap legendaris MotoGP tahun ini. Setelah debut pertamanya, Anderson kembali memenangkan race 2 tahun kemudian pada 125cc dan 50 cc. Kemudian Anderson tetap berkarir hingga 6 tahun setelahnya dengan mendapatkan kemenangan di MotoGP sebanyak 25 kali hingga ia memutuskan berhenti ditahun 1966.

Masuk kedalam hitungan pembalap senior, Anderson mengatakan pada motogp.com bahwa apakah ia pantas diberikan penghargaan setinggi ini dengan karir singkatnya di MotoGP. Ia pun merasa senang karena dedikasinya pada MotoGP bertahun-tahun lalu tidak dilupakan oleh generasi modern sekarang apalagi pembalap modern memiliki kapasitas yang jauh berbeda dengan pembalap angkatannya dulu.

“How I felt when receiving the news? At first, apprehension: do my relatively modest achievements warrant this honour? Will I, can I, do justice to this invitation? Some hours later I felt a feelgood sensation envelope me. A gratification that after all this time the modern world has not forgotten the past and the riders of a very much different era still have some value. A question of the history of our sport being recognised at the highest level. Thank you.”

Lorenzo, Biaggi and Anderson saat ini akan sejajar dengan pembalap legendaris seperti Giacomo Agostini, Mick Doohan, Geoff Duke, Wayne Gardner, Mike Hailwood, Daijiro Kato, Eddie Lawson, Anton Mang, Angel Nieto, Wayne Rainey, Phil Read, Jim Redman, Kenny Roberts, Kenny Roberts Jr, Jarno Saarinen, Kevin Schwantz, Barry Sheene, Marco Simoncelli, Freddie Spencer, Casey Stoner, John Surtees, Carlo Ubbiali, Alex Crivillé, Franco Uncini, Marco Lucchinelli, Randy Mamola, Kork Ballington, Dani Pedrosa, Stefan Dörflinger, Jorge Martinez and the late, great Nicky Hayden.

Post a Comment