TheMandalikaGP

Direktur Ducati Bicara Tentang Andrea Iannone Hingga Race Perdana MotoGP 2020

THEMANDALIKAGP – Ducati Sporting Director, Paolo Ciabatti berbincang banyak mulai dari line up Ducati untuk musim 2021, Andrea Iannone, hingga Dorna Sports yang mengatur jalannya MotoGP ditengah pandemi covid-19. Seperti diketahui bahwa Ducati memang fokus dalam mengembangkan talenta pembalap-pembalap muda seperti Petrucci, Iannone, Miller dan Bagnaia, tapi apakah Ducati benar-benar ingin meminang Iannone yang saat masa skorsingnya berakhir dirinya sudah memasuki usia 30 tahun?

“The main task of Pramac team is to help promote promising young riders and act as a nursery, as it was for Iannone, Petrucci, Miller anf Bagnaia”

Francescp Guidotti, manager tim Ducati pernah menyampaikan bahwa Ducati tidak menutup pintu bagi Iannone yang  ingin kembali bersama tim tersebut apalagi Iannone pernah menyampaikan rasa menyesalnya pindah dari tim Ducati. Bagi Ciabatti, Iannone merupakan pembalap muda yang cepat dan bertalenta baik, meskipun ia tersandung kasus dan di diskualifikasi dari balapan. Ciabatti menganggap Iannone pernah bersama Marquez dalam Moto2 dan juga pernah memenangkan kejuaraan tersebut. Jadi memang Ducati membuka pintu selebar-lebarnya bagi Iannone setelah masa skorsing 18 bulannya selesai.

“Having said that, why not, never say never, I believe Iannone has great talent, he is an extremely fast rider”

Terkait dengan beberapa pembalap Ducati yang sedang menunggu perpanjangan kontrak seperti Dovizioso, namun bagi tim Ducati saat ini prioritas utama tim bukanlah terletak pada kontrak pembalap tapi pada cara bertahan disituasi yang sulit akibat covid-19.

Ducati pun sudah memberikan Dorna Sports masukan terkait pelaksanaan MotoGP 2020, Ciabatti optimis bahwa balapan pertama akan dimulai pada bulan Agustus di Austria meskipun harus closed door event. Pada saat closed door event semua kru yang terlibat MotoGP akan mengenakan alat pelindung diri. Jika dilihat dari waktu yang begitu padat dan regulasi di setiap negara yang berbeda-beda, Ciabatti tidak menutup kemungkinan bahwa race akan diselenggarakan hanya 10 atau 8 kali bahkan menggunakan 1 sirkuit yang sama untuk 2 balapan.

Kemudian Ciabatti juga mengomentari beberapa masukan terkait penyelenggaraan MotoGP dengan satu motor untuk satu pembalap. Menurutnya memang semua tim sedang merencanakan pembatasan kru yang akan berada di paddock, tapi untuk satu motor satu pembalap akan sangat beresiko jika terjadi kecelakaan. Jika terjadi kecelakaan pada kondisi tersebut, akan memakan waktu yang lama untuk memperbaiki motor tersebut pada saat balapan berlangsung.

Post a Comment