Superbike

Begini Aturan Pit Stop di World Superbike, Mirip dengan Formula 1

27 Jul 2022 | 04:25 AM

Aturan pergantian ban atau yang biasa disebut pit stop memang lebih identik dan sering ditemukan pada ajang balap mobil seperti, Formula 1, World Endurance Championship (WEC), GT World Challenge, DTM dan lain-lain. Cara dan aturan teknis pit stop pada ajang-ajang tersebut pun berbeda-beda dan pit stop juga menjadi bagian penting dari strategi pada ajang balap mobil.

Lain halnya pada balap motor, hampir setiap ajang balap motor tidak mewajibkan pit stop, kecuali WEC. Pada balap MotoGP dan World Superbike, pit stop hanya dilakukan apabila ada faktor-faktor tertentu seperti, pergantian cuaca dan kondisi lintasan ataupun alasan keselamatan. 

Sama halnya dengan balap mobil, cara dan teknis pit stop pada ajang WEC, MotoGP dan World Superbike juga memiliki keunikan tersendiri. 

Pada race World Supersport Mandalika tahun lalu, pembalap Indonesia Galang Hendra Pratama melakukan pit stop demi mengantisipasi cuaca yang tidak menentu. Berkaca dari hal tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa race tahun ini bisa diselenggarakan dengan kondisi yang sama sehingga mengharuskan para pembalap untuk melakukan pit stop

Oleh karena itu, untuk mengetahui bagaimana pit stop di balapan World Superbike dilakukan, berikut adalah penjelasan aturan pit stop pada balapan World Superbike, seperti yang dikutip dari Sporting Regulations FIM World Superbike 2022.

1. Kapan Para Pembalap Masuk Pit?

Menurut aturan nomor 1.20.1.2 pada Sporting Regulations FIM World Superbike 2022, balapan tidak akan dihentikan apabila terjadi pergantian cuaca dan pembalap dapat masuk ke pit kapan saja mereka mau. 

Meskipun begitu, pembalap akan diberitahu akan adanya pergantian cuaca dengan dikibarkannya bendera putih atau putih dengan tanda silang merah yang menandakan adanya hujan yang memengaruhi kondisi lintasan sehingga para pembalap bisa memutuskan apakah mereka ingin melakukan pit stop atau tidak.

Pada balapan dari kondisi hujan ke kering, pembalap dapat masuk ke pit kapan saja, apabila mereka merasa kondisi lintasan sudah cukup kering dan mengganti ban motor mereka ke ban kering.

2. Hanya Mengganti Ban

Para pembalap yang memutuskan untuk melakukan pit stop, akan masuk ke area pit lane dan harus mematuhi batas kecepatan maksimum di pit lane yaitu, 60 kilometer per jam. Setelah itu, para pembalap harus berhenti di depan garasi mereka dan mematikan motor mereka.

Apabila mesin motor sudah mati, maka para anggota tim boleh mengganti ban yang ada di motor pembalap mereka. Prosedur pit stop yang ada di World Superbike lebih mirip seperti Formula 1, di mana hanya ban yang boleh diganti dan sedikit penyesuaian pada motor diperbolehkan. Hal ini berbeda dengan  pit stop yang dilakukan di MotoGP di mana pembalap MotoGP akan berganti motor ketimbang mengganti ban.

Setelah prosedur pit stop selesai, para pembalap akan kembali ke pit lane dengan mematuhi batas kecepatan yang ditentukan hingga mereka keluar dari pit lane dan kembali ke lintasan untuk melanjutkan balapan.

3. Waktu Intervensi

World Superbike juga memberlakukan waktu intervensi atau waktu minimum yang harus dipenuhi saat melakukan pit stop. Waktu ini mulai dihitung saat pembalap masuk ke pit lane, melakukan penggantian ban hingga mereka keluar dari pit lane dan kembali ke lintasan. Waktu intervensi akan dihitung oleh race direction pada setiap putaran sehingga waktu intervensi dari satu lintasan ke lintasan lain akan berbeda-beda.

4. Sanksi

Pelanggaran yang dilakukan selama prosedur pit stop, seperti melebihi kecepatan maksimum di pit lane dan tidak memenuhi waktu intervensi akan dikenakan sanksi seperti ride through penalty atau penambahan waktu balap oleh race direction.


Inilah aturan pit stop yang ada di World Superbike. Artikel ini bisa menjadi acuan kalian, apabila pada race di Mandalika nanti terjadi kondisi yang mengharuskan para pembalap untuk melakukan pit stop.