MotoGP

Mendengarkan kembali cerita Mark Hughes saat mendesain awal lintasan Sirkuit Mandalika.

10 Apr 2022 | 09:22 AM

Jauh sebelum MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 berjalan sukses, ada cerita menarik ternyata sketsa lintasan Pertamina Mandalika International Circuit ternyata telah dibuat sejak lima tahun silam pada 2017. Bila dibandingkan dengan tampilan lintasan terkini, tak banyak perubahan. Dikutip dari Kompas.com, Jumat (1/4/2022), desainer lintasan Sirkuit Mandalika yang juga menjabat sebagai Managing Director Mrk1 Consulting, Mark Hughes, mengatakan, ia menggambarnya langsung di Lombok.

“Saya awalnya diundang untuk mendiskusikan proyek ini (Sirkuit Mandalika) oleh mitra kami di Roadgrip pada Januari 2017," kata Mark.

"Kami bertemu dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Lombok dan melihat lokasinya. Saya mulai membuat beberapa opsi sketsa saat berada di salah satu pantai di sana,” tambahnya.

Mark menjelaskan, bila dibandingkan dengan desain awal lintasan sirkuit yang ia buat, lintasan sirkuit Mandalika saat ini telah melewati banyak iterasi yang berbeda.

“Gambar konsep awal yang saya buat belum memperhitungkan simulasi detail yang diperlukan. Misalnya untuk area limpasan, homologasi, topografi, hingga batas tanah. Meskipun demikian, tata letak umum tak banyak berubah,” ujarnya.

Menurut Mark, desain telah banyak mengalami penyesuaian karena ada umpan balik dari MotoGP serta Federation Internationale de Motocyclisme (FIM), yaitu badan yang mengatur regulasi dan teknis pelaksanaan balap motor.

Desain lintasan yang dibuat Mark ternyata telah ditentukan oleh rencana induk ITDC untuk keseluruhan resor Mandalika.

“Kami harus bekerja dengan beberapa bidang tanah yang diusulkan dan mencari lokasi terbaik untuk start/finis lurus dan pusat pameran yang direncanakan cocok untuk menjadi bangunan pit. Desainnya berevolusi dari sana,” papar Mark.

Dalam pengerjaan lintasan sirkuit Mandalika ini, Mrk1 Consulting selalu berkomunikasi dengan pemerintah lokal dan pemerintah pusat.

“Kami juga memperhitungkan semua aturan lokal untuk desain jalan, drainase, risiko alam (misalnya mitigasi terhadap gempa bumi). Jadi kami mempertimbangkan permintaan dari Pemerintah Indonesia,” pungkas Mark.

 

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Mark Hughes