Superbike

Penonton WSBK Mandalika Pakai Pesawat, Wajib Booster

03 Oct 2022 | 03:55 AM

PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok mengatakan penumpang yang hendak menonton World Superbike di Pertamina Mandalika International Circuit bulan November mendatang, wajib vaksin ketiga atau booster.

Hal itu wajib dilakukan berdasarkan peraturan pemerintah yaitu Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor SE 82 Tahun 2022, tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19.

"Pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang mendapatkan vaksin dosis dua atau pertama tidak bisa naik pesawat," tegas Humas PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, Arif Haryanto di Lombok, (26/9).

Sesuai SE Nomor 82/2022 pun disebutkan PPDN atau penumpang pesawat rute domestik dengan usia 18 tahun ke atas, wajib telah mendapatkan vaksin dosis ketiga.

Sementara PPDN dengan usia 6-17 tahun wajib telah mendapatkan vaksin dosis kedua. Lalu, bagi PPDN berstatus warga negara asing (WNA) yang berasal dari perjalanan luar negeri dengan usia 18 tahun ke atas wajib telah mendapatkan vaksin dosis kedua.

Lebih lanjut, bagi PPDN berstatus WNA yang berasal dari perjalanan luar negeri dengan usia 6-17 tahun, dikecualikan dari kewajiban vaksin.

Arif pun menegaskan bahwa PPDN yang sudah mendapatkan vaksin booster tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

Kemudian PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau memiliki penyakit komorbid yang menyebabkan ia tidak bisa menerima vaksin, dikecualikan dari syarat vaksin dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

Arif mengingatkan setiap WNI yang melakukan penerbangan di rute domestik, wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan memenuhi persyaratan perjalanan sesuai syarat penerbangan terbaru.

Adapun syarat naik pesawat lainnya:

  1. Penumpang wajib mengunduh aplikasi PeduliLindungi
  2. Jika telah memenuhi ketentuan, penumpang tidak perlu menunjukan hasil negatif RT-PCR atau rapid test antigen.
  3. Persyaratan vaksinasi tidak berlaku bagi penumpang yang menggunakan angkatan udara perintis, termasuk penerbangan di wilayah perbatasan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), dan pelayanan terbatas.
  4. Penumpang wajib menerapkan kesehatan yang ketat.