TheMandalikaGP

Nick Harris Cerita Dampak Kondisi Global Pada MotoGP Dari Masa Ke Masa

THEMANDALIKAGP – Mantan komentator MotoGP, Nick Harris bercerita mengenai pengalamannya selama menjadi komentator senior MotoGP, ia menceritakan bagaimana mengetahui kondisi suatu negara menjadi penting untuk mengadakan grand prix. Harris bercerita pengalamannya di tiga negara yakni Argentina, Afrika Selatan, Australia dan Jepang, kondisi negara tersebut berpengaruh dalam pelaksanaan MotoGP.

Argentina, Nick Harris harus mengendarai sepeda motor hingga 6 hari lamanya pada tahun 1982 dari ibukota ke perbatasan Chilie. Saat itu ia menjadi saksi mata dari pertarungan apik antara Kenny Roberts, Barry Sheene dan Freddie Spencer. Namun tak selang lama kemudian, ada demo besar-besaran oleh para ibu yang anaknya menjadi korban kekerasan akibat junta militer. Kemudian perang Argentina dan Inggris yang menyebabkan penerbangan tujuan tersebut dibatalkan.

“A stunning race between Kenny Roberts, Barry Sheene and Freddie Spencer made the perfect ending to a wonderful trip. Yes, we had stumbled on a massive demonstration by ‘los desaparecidos’ mothers whose sons had been abducted and slaughtered by the military junta.”

Afrika Selatan, masih dikuasai rezim apartheid, Nick  Harris pernah meninggalkan Afrika lima hari setelah grand prix dan menurutnya ini adalah keputusan yang tepat. Karena ada persatuan komunitas GP yang mengabaikan undang-undang bagi kulit hitam.

Melbourne, Australia. Pada tahun 2002 Nick menjejakan kakinya di Australia, pada saat yang sama negara itu sedang dalam masa berduka karena ada 88 orang warga Australia yang menjadi korban dalaam bom Bali ditahun yang sama. Bahkan Randy Mamola sampai pergi kerumah sakit untuk melakukan donor darah.

“Just a few days earlier 88 Australians had tragically lost their lives in the Bali bombings and these were relatives of the survivors who were flying back home to their loved ones. I also remember after quietly leaving the airport and travelling down to Phillip Island Randy Mamola rushing to the local medical centre in Cowes offering to give blood.”

Jepang, MotoGP menjadi event besar pertama setelah masa kebangkitan jepang atas musibah bencana alam yakni gempa dan tsunami. Saat itu ada kekhawatiran yang sebenarnya tidak terbukti yakni radiasi di fukushima daiichi, hal ini menyebabkan GP harus ditunda 6 bulan.

“Despite real worries, which later proved unfounded, about a radiation leak at the Fukushima Daiichi nuclear power station the Grand Prix went ahead. Full grids and some great racing brought both joy and relief to a Japanese nation who’d suffered so much uncertainty over the last six months.”

Wah ternyata kondisi negara mempengaruhi jalannya pertandingan MotoGP itu sendiri ya

Post a Comment